 |
gunung sangiang |
Berawal dari keinginan saya untuk melihat
dan menginjakkan kaki secara langsung di pulau yang sangat dekat dengan
kampoengku tercinta wera, suatu waktu saya utarakan pada adik-adik mahasiswa
dari sangiang tentang keinginan saya tersebut, gayung bersambut adek-adek dari
sangiang menyambut dengan antusias, sambil menunggung datangnya waktu liburan
sekolah saya terus berangan-angan gimana sih pulau sangiang dari dekat,
perencanaan dilakukan dengan baik, segala sesuatunya disiapkan dengan lengkap
oleh adek-adek mahasiswa dari sangiang, Ketika liburan tiba kumandang takbir
Allahuakbar,,,,, Allahuakbar,,,,, Allahuakbar,,,,, menandakan hari ini adalah
hari idul fitri hari kemenangan telah
diraih setelah puasa sebulan lamanya.
Hari yang saya tunggu-tunggu pun datang,
hari sabtu 2 hari setelah idul fitri saya dengan istri dan anak-anak saya
menuju desa sangiang untuk memulai perjalanan ke pulau sangiang, oh yaaa,
sebelumnya saya dengan adek-adek mahasiswa sangiang telah membuat kesepakatan
untuk memulai perjalanan dengan perahu (Lopi) pada jam 6.30 wita, kata mereka dengan berlayar pada pagi hari
gelombang belum besar, angin pun belum berhembus secara kencang, namun karena
beberapa hal saya, istri dan anak-anak ngga bisa memenuhinya, akhirnya saya dan
rombongan molor sampai jam 8.30 wita, matahari sudah mulai tinggi, air laut pun
mulai naik, angin mulai menghembus secara kencang, karena sudah berjanji
akhirnya kami memulai perjalanan ke pulau sangiang dengan jumlah rombongan 10
orang.
 |
baru naik Lopi (pd senyum semua) |
Kami menaiki perahu (lopi) dengan senang,
ketawa-ketawa dan bergembira lah,,,, maklumlah baru pertama kali saya, istri
dan anak-anak saya melakukan perjalanan ke pulau sangiang, perahu pun perlahan
berjalan dengan santai bergoyang mengikuti riakan gelombang pantai sangiang
wera, perjalanan memasuki menit ke 20, laut mulai menunjukkan keasliannya
mendorong perahu (lopi) kekiri, kekanan atas bawah, angin ikut menampakkan
keperkasaannya dengan mendorong perahu (lopi) kebelakang, saya mulai was-was,
mulut saya berkomat-kamit memohon keselamatan pada Allah SWT sang pemilik laut
dan angin, eeeee rombongan yang lain masih santai aja walau sudah ada yang
mulai pusing, mual dan mengeluarkan isi perutnya, anak saya si owen malah tidur
pulas, kata pak haji sang pengemudi perahu (lopi) “ini sih belum seberapa
ganasnya, kalau dah teriak-teriak, air dah banyak yang masuk, gelombang diatas
perahu (lopi) itu baru gelombang”, dalam hati saya “itu bapak yang sudah biasa,,,,
tapi saya,,,,, segini aja bikin jantung
naik turun, bekeringat,,, ahhhh pokoknya saya takutlah”
Jam di HP saya menunjukkan 9.00 wita, pulau
sang dewa telah kelihat dengan jelas didepan mata kepala saya, walaupun ombak
dan angin belum berhenti menggoyangkan perahu (lopi) kami, tapi pemandangan
yang disuguhkan oleh pulau ini sungguh luar biasa, sampai-sampai rasa takut
yang tadi saya rasakan sejenak hilang dengan keindahan yang ada, puji syukur
pada Allah SWT yang telah menciptakan ini semua dan meletakkan di kecamatan Wera,
akhirnya tepat jam 9.20 wita kami
menuruni perahu (lopi) yang kami tumpangi dengan selamat, hati saya lega campur
senang karena apa yang telah saya impikan tercapai, pulau sangiang yang kata
orang-orang adalah pulau sang dewa,
 |
baru nyampai di pulau sangiang |
Kami turun di perkampungan masyarakat
sangiang pulau yang sangat sederhana, masyarakat yang rukun, damai, dan saling
membantu, mayoritas mereka bercocok tanam pada lahan disekitar lereng gunung
sangiang, ada juga yang menjadi nelayan, peternak, mengembalakan ternaknya orang
lain.,,,,,kami mampir dirumah nenek (ina wai) yang sudah lama tinggal disekitar
itu,,,, eeee taunya ina wai itu teman abunda saya, beliau bercerita banyak
tentang gimana abunda saya ketika masih bujang, yang cerita ini belum pernah
saya dengar ceritanya,,,,, oooh yaaa abunda saya memang dulu sempat lama
mengajar dipulau sangiang,…
Jam 11.00 wita rombongan kami pindah tempat,
untuk melihat-lihat sisi lain dari pulau ini, tapi kata pak haji yang punya
kapal, “klau kita keliling lagi, minyaknya harus ditambah, masalahnya untuk
balik ke sangiang daratan minyaknya ngga cukup”,,,,, “ ada yang jual minyak
ngga”? sahut ku, kalau ada beli aja dulu”,,,,, tapi berhubung yang jual
minyaknya sedang pergi yaaa ntar sore mau pulang aja belinya, kata pak haji,,,,
akhirnya kami menuju oi kalo yang jaraknya sekitar 30 menit perjalanan
perahu,,,, kami bisa santai-santai diatas perahu, sambil mengambil foto-foto
gunung sangiang, sungai tempat lahar turun dan pemandangan lainnya.
 |
mandi di oi kalo | | |
 |
mandi di oi kalo |
 |
makan siang |
Sesamapai di oi kalo anak-anak saya si elmy
dan owen langsung merengek minta mandi,,,,, yaaa karena tujuannya rekreasi,
saya suruh aja mereka mandi, kami
rombongan menyiapkan makanan, anak2 mahasiswa menyiapkan kayu bakar untuk
memanggang burung yang dikasih oleh kakek ditempat yang pertama kami singgahi.
 |
mandi di panta |
Setelah selesai makan dan kami dah lumayan
lama disitu dan waktu sudah menunjukkan jam 1 siang, kami pun kembali ke tempat
perkampungan masyarakat, lagi-lagi kami singgah ditempat nenek tadi,,,, kami
melaksanakan sholat lohor disitu, untuk menunggu waktu pulang istriku dan ina
wai membuat rujak seadanya, saya sambil mendengarkan cerita sambungan dari si
ina wai, saya tertidur, ternyata
rombongan yang lainnya pun tidur semua,kecuali istri dan anak- anak
saya, si elmy dan owen melanjutkan hobynya mandi di pinggir pantai.
Ketika saya terjaga dari tidur saya jam di
dinding rumah bedek ina wai menunjukkan pukul 3.30 sore, saya pun menanyakan
kapan kita balik,,,, semua tersentak bangun,,, pak haji dan yang lainnya
mencari bakap yang jual minyak, ternyata bakap itu dah berlayar dengan
perahunya ke sangiang daratan, pak haji berteriak memanggil kami semua aga
segera naik ke Perahu (lopi),,, sambil ngomel karena ngga dapat beli minyak,
kami disuruh ngumpul duduk ditengah perahu, jangan ada yang duduk dipinggir,
perahu (lopi) pun berlayar, kami ngga ada yang berkomentar, kami semua terdiam,
perlahan perahu (lopi) kami meninggalkan pulau sangiang, rasa hawatir saya
mulai muncul karena gelombang masih tinggi, angin masih kencang, tapi saya diam
untuk menenangkan diri saya, istri dan anak-anak saya serta rombongan yang
lainnya, perjalanan perahu (lopi) sudah 20 menit, gelombang mulai mengguncang
perahu (lopi) kami, angin ikutan mendorong perahu (lopi) kami kekiri dan
kekanan, yang paling saya takutkan adalah apa yang dikatakan pak haji pada awal
tadi, kalau minyak perahu (lopi) ini ngga cukup untuk pake pulang,,,, mulut
saya mulai berkomat kamit berdoa memohon pada Allah SWT agar kami diberikan
selamat sampai tujuan,,,, saya terus memperhatikan istri dan anak-anak saya,
sambil terus memantai suara mesin kapal, kalau suaranya agak kecil saya mulai
was-was jangan-jangan minyaknya habis, sesekali air laut membasahi muka dan
badan kami, gelombang seakan mau menggulung perahu (lopi) kami, beberapa kali
meltup bunyi kraaak, terjadi tabrakan antara gelombang laut dan perahu
(lopi),,,, perlahan tapi pasti perkampungan sangiang pun terlihat dari
kejauhan, tapi was-was ini terus aja berkecamuk di dada saya karena kurang
lebih 20 menit lagi baru nyamapai,,,, waktu 20 menit bukan waktu yang cepat,
tapi sangatlah lambaaaaan,,,,,,,
Syukuuuuur Alhamdulillah,,,,, bibir pantai
sudah jelas dan sangat dekat, pak haji mengecilkan suara perahu (lopi)nya
karena perahu (lopi) akan berlabu,,, kami semua bisa tersenyum dan becanda, sambil turun dari perahu (lopi) saya
pun ber kelakar, “ saking takutnya saya,,, mau mengeluarkan angin yang lebih (kentuuuuuuut)
ditubuh, saya ngga beraniiii” , semua terpingkal mengetawai saya,,,,,,
 |
berpose setelah tiba pantai sangiang |
Akhirnya saya sampaikan terima kasih pada
adik-adik saya mahasiswa sangiang dan pak haji yang telah mengantarkan saya dan
keluarga ke pulau sangiang tercinta.
Keindahan pulau sangiang wera insyaAllah
akan saya ceritakan pada lembaran lain,,,,,
sisi lain dari perjalanan ini :
 |
gunung sangiang |
 |
ngintip indahnya gng sangiang |
 |
berpose sambil megang tali lopi |
 |
nyai riaaaaa |
 |
pak haji n anaknya |
 |
nyantai broooo |
 |
mabok laut boooooo,,,,,,hahahah |